Random Post

Latest Post

Taujih Anis Matta : Indikator Kemenangan

Written By Unknown on Jumat, 24 Februari 2012 | 18.53










pksjaksel – Kita berkumpul di sini untuk meyakinkan diri kita bahwa insya Allah kita akan menang, karena di sini kita bersyura, mengumpulkan hati kita & menyusun perencanaan. Ini yang disebut dalam Al Qur’an : “Faa idzaa azamta fa tawaqqal Alallah”. Kita sedang bertekad, ada 600 hati yang ada di sini !

Tekad itu energi bagi fikiran untuk menjadi tindakan. Azam dan Tawakkal bersanding, karena keduanya adalah tekad, 1 dari bumi dan 1 dari langit. Kenapa Allah menggunakan kata Azam? Karena semua realitas pada awalnya berawal di alam fikiran. Jika kemenangan itu sudah ada dalam hati dan fikiran, maka ia akan mewujud dalam kenyataan.

Di ayat lain Allah menyandingkan azam dan sakinah. Sakinah itu kemantapan hati. Jadi yang pertama ada sebelum kemenangan itu adalah kemantapan hati. Jika ada kemantapan dalam hati kita ikhwah sekalian, maka kemenangan itu sudah dekat.

Jadi, jika kita ingin mengetahui apakah kita akan menang 2014 nanti, antum bisa tahu sekarang ! Maka peganglah dada antum, dan rasakan adakah kemantapan hati akan kemenangan itu atau tidak !

Sebelum badar, kaum muslimin ditidurkan oleh Allah, dan esoknya mereka dipenuhi kemantapan hati ! Jika Allah mentakdirkan sesuatu, maka Allah menciptakan sebab-sebabnya.

Perhatikan sekitar antum, apakah terasa sebab-sebab kemenangan untuk antum ? Hadirnya tanda sebab-sebab kemenangan, dan keyakinan akan benarnya jalan juang ini, itulah yg melahirkan kemantapan hati. Karena antum diciptakan untuk menjadi saksi-saksi (litakuunu syuhada) bagi manusia. Kita yakin dengan cita-cita besar itu, karna kita akan menjadi saksi-saksi atas manusia.

Kalau hanya sekedar tujuan electoral, itu persoalan mudah, sebab ilmunya saintifik, semua orang bisa pakai. Tetapi jika kita melaksanakan takdir kita sebagai “syahadah alannas”, maka kerja-kerja kita bukan soal angka-angka. Karena itu kerja-kerja kita haruslah menjadi sesuatu yang dapat dirasa, bukan sekedar dihitung-hitung. Hasil-hasil dakwah kita adalah sesuatu yang dapat dirasa, ketakutan menjadi rasa aman, kemarahan menjadi ketenangan.

Saat ini kita ibarat mendaki gunung, ke atas masih tampak jauh, tapi ke bawah lebih jauh lagi. Saat ini bagi kita tak ada pilihan lain, kita harus maju mencapai puncak !

Banyak orang bertanya-tanya, akan seperti apa masa depan PKS dengan beban ideologi yang diembannya. Tapi sederhana menjawabnya. Cukup mengajukan pertanyaan, Pernahkah Islam itu memimpin dunia ? PERNAH ! Dan oleh karena itu kita meyakini bahwa capaian itu pasti bisa diulangi !

Keraguan soal itu hanya menimpa mereka yang menggunakan logika electoral semata. Bahwa judul Islam itu tidak menjual dalam politik. Sebab mereka mengalami kegalauan narasi. Bagi kita narasi itu jelas, bahwa islam pernah menyatukan agama, pasar dan politik. Karena narasi itu pernah terwujud dalam realitas, maka sesungguhnya semua itu dapat diwujudkan kembali ! Karena itu Allah mengingatkan, janganlah lemah dan janganlah sedih, “Wa antumul a’lawna inkuntum mukminin”

Dan kemantapan hati itu dapat dilihat dari sorotan mata antum yang tajam ! Mata yang tajam itu akan menembus mata yang menatapnya dan turun ke hatinya. Sekarang antum rasakan, apakah yang dirasakan orang lain ketika bertemu antum. Apakah gembira atau malah sedih ?

Islam ini datang memberikan berita gembira, memberikan harapan ! Dan tugas kita adalah menghilangkan kesedihan, rasa takut dan kemarahan, itulah sakinah ! Jika antum memiliki sakinah, maka tugas kita adalah menghadirkan sakinah bagi masyarakat kita. Maka salah satu indikator kemenangan adalah ketika orang merasa ada sakinah, harapan ketika dekat dengan kita. Yang orang ingin tahu adalah apa yang akan mereka rasakan ketika dekat dengan antum, atau jika PKS menang.

Kekuatan utama untuk mendapatkan follower adalah narrative intelligence, kemampuan menjelaskan. Oleh karena itu antum mesti memiliki kemampuan menerjemahkan narasi ini dalam banyak perspektif.

Misalnya agenda mainstreaming keluarga, perlu menggunakan kemampuan menerjemahkan yang baik agar orang yakin. Jadi ini masalah bagaimana cara kita meyakinkan orang ! Jadi tidak ada yang salah dengan apa yang kita yakini, tetapi cara kita meyakinkan orang yang kurang tepat.

Milikilah perasaan, bahwa apa yang kita lakukan sejauh ini adalah proses shifty of civilization, peralihan peradaban. Bukan hanya kerja-kerja untuk meraih kursi, itu sesuatu yang sangat kecil. Tapi rasakanlah kerja-kerja itu sebagai merakit kerja besar.

Saat ini ada 2 peradaban yang sedang berganti, yang 1 akan mati dan 1 lagi akan bangkit. Baik peradaban yang akan mati maupun yang akan bangkit keduanya diawali oleh kekacauan. Seperti bayi yang baru lahir menimbulkan tangisan, tangisan itulah kekacauan peradaban yang sedang ingin lahir.

Kekacauan yang terjadi di timur tengah sebelum jatuhnya para diktator adalah kekacauan yang mengawali lahirnya sebuah peradaban. Peradaban barat juga sedang mengalami kekacauan, kekacauan menjelang kejatuhan peradaban mereka.

Krisis Ekonomi barat, hanyalah efek kecil dari sebuah kerusakan yang lebih besar dan dalam, yaitu “penyakit degeneratif”. Penyakit Degeneratif, adalah hasil dari sebuah sistem yang salah sejak awalnya, yaitu membunuh kehidupan.

Mereka membatasi kehidupan dan kelahiran, karena mereka meyakini bahwa sumberdaya yang tersedia lebih sedikit dari jumlah manusia. Inilah tuduhan mereka yang paling keji terhadap Allah ! Seolah-olah Allah tidak teliti menciptakan sumberdaya dan manusia tidak seimbang. Padahal Allah yang membagikan rezeki kepada setiap ciptaan-Nya, dan Dia pula yang memegang kunci-kuncinya.

Dulu di masa Nabi, Arab itu sudah memiliki kandungan minyak yang melimpah, tetapi tidak digunakan, karena Allah belum berikan ilmunya. Baru sekitar 100 tahun yang lalu manusia diberi sedikit ilmu tentang minyak, dan itu sudah menjadi solusi bagi banyak kebutuhan semua manusia.

Kemudian Allah memberikan sedikit ilmu tentang komunikasi, betapa banyak orang yang kaya karenanya dan menjadi solusi persoalan-persoalan manusia. Ilmu yang diberikan Allah itu masih sedikit, dan mereka sudah menuduh Allah tidak mampu menyediakan rezki yang cukup bagi ciptaan-Nya ! Padahal mereka bahkan belum sampai pada ilmu yang ada di zaman Nabi Sulaiman, dimana kargo dapat dipindahkan realtime seperti SMS. Maha Suci Allah dari tuduhan keji mereka itu !

Padahal Allah memiliki cara sendiri untuk membagi-bagikan rezkinya kepada seluruh kehidupan yang diciptakan-Nya. Kesalahan mendasar barat inilah yang membuat peradaban mereka kini di ambang kehancuran. Dimana tidak ada lagi suara tangis kehidupan baru di tengah mereka, dan yang ada hanya calon-calon mayit.

Arahan Sekjen PKS H. M. Anis Matta, Lc di Rakornas PKS, Hotel Clarion Makassar – Jumat malam 17 Februari 2012 pksjaksel.or.id

Hidayat Nur Wahid: Survei LSI ke PKS Selalu Salah

Written By Unknown on Selasa, 21 Februari 2012 | 18.13



 itoday - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) punya pengalaman panjang dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan posisi partai ini selalu terendah.



"Sejak Pemilu 1999, 2004, 2009, LSI menempatkan PKS dalam surveinya dalam posisinya yang rendah, tetapi hasilnya PKS mendapat tiga kali lipat yang disurvei LSI," kata Anggota Dewan Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid kepada itoday, Selasa (21/2).



Kata Hidayat, saat dirinya menjadi Presiden PKS, sebelum Pemilu 2004, LSI pernah mengeluarkan survei bahwa suara PKS naik tidak akan lebih dari tiga persen. "Justru dalam Pemilu 2004, suara PKS sekitar 7,4 persen," ungkapnya.



Menurut Hidayat LSI bukan kitab suci, surveinya bukan kebenaran bahkan tiga kali telah meleset semuanya. "bukan berati PKS boleh berandai-andai atau mengabaikan, ini penting untuk dijadikan pemicu agar PKS bekerja lebih efektif dan giat lagi, masih ada waktu yang panjang, dan PKS akan membuktikan survei LSI yang sekian kalinya salah," papar Hidayat.



Lanjutnya, survei tidak boleh dijadikan hantu yang membuat PKS maupun partai lain menjadi ketakutan, panik menjadi sepenuhnya gagal. "Tidak boleh menjadikan survei itu segala-galanya. kalau survei yang menentukan buat apa pemilu," pungkasnya.



Sumber: Indonesia Today

FPKS : Negara Harus Hadir dalam Pelayanan dan Perlindungan TKI



Jakarta (20/2) Pembenahan di segala sisi sektor ketenagakerjaan, terutama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) harus segera dirintis dan dilakukan segera. Semangat pembenahan dan reformasi sistem sektor perlindungan TKI sebaiknya berprinsip pada jargon: ‘aman, mudah, murah, dan berkualitas’. Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mustafa Kamal dalam sambutannya pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Memperkuat peran negara dalam pelayanan dan perlindungan TKI di luar negeri’ yang diselenggarakan Kelompok Komisi IX FPKS DPR RI, di DPR, Senin (20/2).

Peran negara dalam perlindungan TKI di luar negeri masih dinilai kurang, hal ini terlihat dengan masih tingginya jumlah kasus TKI yang mengalami masalah hukum di negara penempatan. “Kita sering menyebut TKI sebagai pahlawan devisa, namun tidak pernah ada penghargaan, bahkan diabaikannya perlindungan terhadap TKI di luar negeri yang merupakan domain negara,” kata Kamal.

Besarnya arus tenaga kerja ke luar negeri juga menunjukkan lemahnya negara dalam menyediakan lapangan kerja di dalam negeri. “Seharusnya negara mampu mengoptimalkan peran pelayanan, peningkatan kualitas SDM, maupun perlindungan terhadap TKI.”

Karena itu, Fraksi PKS DPR mengusulkan sebuah gagasan dalam pelayanan dan perlindungan TKI di luar negeri yang berprinsip : (1) aman, yakni optimalisasi perlindungan dan proaktif dalam penyelesaian masalah hukum TKI; (2) mudah, yakni pelayanan yang paripurna bagi TKI baik sejak pra penempatan, ketika di luar negeri sampai pulang ke tanah air dimulai dengan tertib administrasi; (3) murah, yakni efisiensi biaya yang dikeluarkan TKI untuk bekerja di luar negeri, dan (4) berkualitas, yakni setiap upaya pelayanan dan perlindungan TKI terus mengalami peningkatan kinerja dan pencapaian prestasi secara periodik.

Sumber: Fraksi PKS DPR RI

PKS: Pemecahan Kesenjangan Ekonomi Harus Jadi Prioritas

Written By Unknown on Jumat, 17 Februari 2012 | 21.03



 Makassar - Persoalan pemerataan pembangunan ekonomi nasional masih menjadi persoalan klasik yang belum terpecahkan. Ketimpangan sosial ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat di bagian timur Indonesia akibat keputusan pembangunan yang berat sebrlah sangat dirasakan masyarakat Sulawesi.

Pemecahan masalah tersebut harus menjadi prioritas dan menjadi bagian dari suksesi pergantian kepemimpinan nasional yang mulai ramai diperbincangkan saat ini.

Demikian dikatakan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq saat berbincang-bincang santai dengan masyarakat Sulawesi Selatan usai Sholat Jumat di Masjid Al Markaz al Islami, Makassar, Jumat (17/2). Laju kesenjangan yang terus terjadi harus segera dihentikan dengan memperkecil gap antara bagian barat Indonesia dengan bagian timur Indonesia, ujar Luthfi.

Lebih lanjut Luthfi mengatakan, ketimpangan di timur terjadi disebabkan dua hal yakni pertama, pembangunan telah melupakan sumber kekuatan lokal yakni sumberdaya kelautan di mana laut yang jadi sumber kehidupan justru menjadi tong sampah bagi limbah tambang. Laut harusnya lebih dioptimalkan sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Indonesia di bagian timur.

Salah satu fasilitas yang harus dibenahi dan dikembangkan adalah infrastruktur transportasi laut yag menghubungkan antar pulau di bagian timur Indonesia. Karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan harusnya disadari dengan memperkuat transportasi laut agar biaya ekonomi bisa lebih efisien.

Masalah kedua, lanjut Luthfi, adalah krisis pangan yang dialami oleh masyarakat Indonesia bagian timur lebih diakibatkan tanah mereka digerus oleh bidang-bidang seperti pertambangan. Eksploitasi aneka ragam sumber daya tambang seperti emas, nikel, batubara, tembaga, dan masih banyak lagi dilakukan dengan tidak memedulikan kelestarian sumberdaya dan lingkungan, tutur Luthfi.

"Seandainya bisa dikelola dengan baik, maka masyarakat timur tidak perlu alami krisis pangan," tambahnya. Sudah saatnya pemerintah menyusun neraca sumberdaya alam untuk mengukur tingkat pemanfaatan sumberdaya alam yang mampu menjaga kelestarian bagi generasi mendatang,” tegas Luthfi.

Penyusunan neraca sumber daya alam terkait erat dengan pengelolahan sumberdaya yang menguntungkan baik secara ekonomi dan lingkungan serta menjamin kelangsungan bagi kesejahteraan masyarakat untuk generasi sekarag dan generasi penerusnya, tegasnya. Dengan menghargai sumberdaya alam dan lingkungan maka kita tak lagi semena-mena dalam mengeksploitasinya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menyambut baik niat pemerintah untuk memperbesar alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur di bagian timur Indonesia. Tahun ini rencananya pemerintah mengucurkan dana Rp 20 trilyun dari total dana kementerian PU sebesar Rp 62,5 trilyun untuk percepatan pembangunan infrastruktur di bagian timur Indonesia yaitu Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Maluku, dan Papua.

Luthfi berharap, alokasi anggaran tersebut mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Terlebih lagi, kendala pembangunan di wilayah timur tidak sesulit di Pulau Jawa yang selalu terkendala masalah keterbatasan lahan. Luthfi pun meminta agar alokasi dana tersebut difokuskan untuk infrastruktur pendukung ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan distribusi logistik.

Dari Masjid Al Markaz, Luthfi beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke RS Faisal. Selain menjenguk pasien di rumah sakit tersebut, Luthfi juga memberikan bingkisan bagi para pekerja medis maupun pasien di RS Faisal.
http://www.pk-sejahtera.org/content/pks-pemecahan-kesenjangan-ekonomi-harus-jadi-prioritas



PKS Sediakan Beasiswa Untuk Putra Asli Papua



Makassar – Kian besarnya penerimaan masyarakat asli Papua atas kehadiran dan kiprah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di tanah Papua merupakan sesuatu yang disyukuri PKS. Wujud rasa syukur itu antara lain ditunjukkan PKS dengan memberikan beasiswa bagi putra-putri asli Papua dan Papua Barat untuk kuliah di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq saat berdialog dengan sejumlah fungsionaris PKS asal Papua dan Papua Barat baik yang Muslim maupun non Muslim, di Clarion Hotel, Makassar, Jumat (17/2). Sedangkan bagi fungsionaris PKS di Papua, DPP PKS akan segera menggelar pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building) secara bergantian baik di Papua maupun di Jakarta atau kota-kota besar lainnya.

“untuk putra-putri asli Papua, kami akan tanggung biaya kuliah, biaya hidup selama kuliah dan menyewakan asrama tinggal mereka. Untuk mekanismenya akan diatur bersama oleg DPD PKS di Papua dan Papua Barat dengan pengurus Wilda,” papar Luthfi.Sebagai  pilot proyek, PKS akan menyewa sebuah rumah besar di Manado untuk mahasiswa asal Papua yang dibiayai PKS. Calon mahasiswa penerima beasiswa asal Papua tersebut tidak harus Muslim. Yang penting direkomendasikan oleh fungsionaris PKS setempat di tingkat DPD di Papua.

Bagi PKS, masyarakat Papua ataupun daearah lain di Indonesia yang ingin berjuang bersama PKS tidak harus menjadi Muslim. Selama memiliki tujuan dan visi yang sama untuk meperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia, siapapun boleh bergabung dengan PKS, kata Luthfi.

“Kami akan mencarikan dana untuk program beasiswa ini. Insya Allah program ini akan direalisasikan tahun ini secepatnya. Papua dan Papua membutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas agar bisa memperceoat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di tanah Papua,” ujarnya.

http://www.pk-sejahtera.org/content/pks-sediakan-beasiswa-untuk-putra-asli-papua

Fraksi PKS Minta Anggaran Perjamuan DPR Dipangkas



JAKARTA--MICOM: Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR RI menilai anggaran perjamuan rapat di DPR yang berkisar Rp12 miliar per tahun sebagai pemborosan dan karenanya Sekjen DPR harus memangkas anggaran tersebut.

Menurut Sekretaris F-PKS DPR RI Abdul Hakim di Jakarta, Kamis (16/2), perjamuan yang dilakukan Sekjen selama ini terlalu mewah dan berlebihan sehingga memboroskan anggaran.

"Anggota DPR datang ke Senayan bukan untuk menikmati makanan dan jajanan, tapi untuk memecahkan dan merumuskan solusi masalah-masalah kebangsaan yang semakin hari tantangannya semakin besar. Jika ada perjamuan, masih bisa dilakukan dengan menyajikan makanan yang sederhana dan tidak perlu mewah seperti sekarang," katanya.

untuk jamuan 10 fraksi di DPR, pada tahun 2012 dialokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar. Pemberian alokasi perjamuan disesuaikan dengan jumlah anggota dewan di masing-masing fraksi. Semakin besar fraksi, semakin besar anggaran perjamuan yang diterima fraksi tersebut. Selain fraksi, sekretariat alat kelengkapan DPR seperti pimpinan DPR, Komisi, Banmus, Baleg, BURT juga menyediakan perjamuan untuk peserta rapat.

Kalangan pers juga tidak luput dari perhatian Sekjen DPR RI. Untuk perjamuan wartawan dalam konferensi pers, Sekjen mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta/tahun untuk makan besar dan snack.

Jumlah makanan dan snack yang disajikan sekretariat, kata Hakim, juga cenderung berlebih sehingga mubazir. Karena itu, anggaran perjamuan di Sekjen harus dipangkas dan dialokasikan untuk program/ kegiatan lain yang lebih prioritas.

"Jika dibandingkan dengan parlemen negara-negara sahabat, perjamuan di DPR RI terbilang mewah. Jamuan di sana tidak semeriah di sini yang penuh dengan berbagai macam jenis penganan, snack dan buah. Belum lagi jumlahnya yang berlebihan bahkan kerap tidak habis dan ujung-ujungnya dibawa pulang oleh staf. Lebih baik, anggaran perjamuan ini ditata ulang. Angka Rp12 miliar/tahun itu terlalu besar," katanya. (Ant/wt/X-12)

Sumber: Media Indonesia

PKS Siap Bekerja Keras Hadapi 2014



Makassar – Meski hanya menargetkan masuk ke posisi tiga besar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkomitmen bekerja keras jelang pemilu legislatif maupun pemilihan presiden 2014 mendatang. Selain itu, PKS juga terus memperkuat infrastruktur partai dengan melengkapi kepengurusan di sejumlah daerah, terutama di bagian timur Indonesia.

Demikian dikatakan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq saat bertatap muka dengan fungsionaris PKS asal Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi di Clarion Hotel, Makassar, Jumat (17/2).

"PKS tidak menargetkan untuk menang pada 2014, tapi seluruh kader harus bekerja keras jelang 2014,"papar Luthfi.

Saat ini posisi PKS berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga riset kenamaan masih tetap berada di posisi keempat. Untuk mencapai target masuk ke posisi tiga besar, PKS harus bekerja keras dan lebih memeratakan sebaran kader dan keberadaan infrastruktur partai.Pengenalan misi dan visi partai hingga ke pelosok Indonesia, kemudian menjaring anggota legislatif dari putra daerah, serta peningkatan kapasitas fungsionarisnya di daerah adalah sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan segara.

"Kita akan seriusi itu. Tapi kita tidak ingin mendahului target kursi. Kita hitung secara cermat dan kemudian kita bulatkan tekad agar di setiap Kabupaten/kota mendapat kursi secara signifikan," jelas Luthfi.

Menanggapai permintaan fungsionaris PKS Papua dan Papua agar tokoh-tokoh nasional PKS lebih sering berkunjung ke daerahnya, Luthfi berjanji segera merealisasikan permintaan itu. Termasuk mendorong agar menteri-menteri asal PKS untuk menjdawalkan kunjungan ke wilayah Papua dan Papua Barat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PKS Kabupaten Fakfak, Muhammad Kabes meminta Luthfi menghadiri kampanye pemilihan Bupati yang didukung PKS bersama sejumlah partai pada 5-12 Maret 2012 mendatang. Luthfi pun berjanji untuk menghadiri kampanye tersebut meski harus berbagi waktu dengan jadwal Rakornas Wilayah Sumatera yang sudah direncanakan sebelumnya.

Lebih lanjut Kabes mengatakan, sejak dua periode kepengurusan berjalan PKS diperkenalkan di Papua Barat, jumlah caleg yang merupakan asli putra daerah masih minim.

"Kendalanya kader kami masih kalah bersaing untuk menempatkan kader kami DPRD. Untuk itu Kami mohon bapak Presiden mendatangi kami untuk menaikkan moral para kader dan fungsionaris mengahadapi Pemilu," tutur Kabes.

Permintaan yang sama datang dari Fredy Kambu. Sekretaris DPD PKS Kabupaten Maibrat, Papua Barat ini menyindir Luthfi yang belum pernah hadir ke tempatnya."Presiden SBY saja sudah pernah sampai ke tempat kami, bagaimana dengan presiden PKS?" ujarnya.

Mendengar hal itu, Luthfi justru tertawa dan meminta doa. "Mudah-mudahan presiden RI 2014 dari PKS sehingga bisa sering berkunjung kesana,"ujarnya berkelakar.
http://www.pk-sejahtera.org/content/pks-siap-bekerja-keras-hadapi-2014
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DPC PKS TUNTANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger