Random Post

Latest Post

Perkuat Diplomasi Internasional, PKS Undang Tokoh Mancanegara

Written By Unknown on Sabtu, 04 Februari 2012 | 03.07

JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) menggelar kajian rutin tentang politik mancanagera dengan mengundang sejumlah pakar dalam dan luar negeri di Kantor DPP PKS Jakarta, Kamis (2/1). Menurut Ketua DPP PKS Bidang Hubungan Luar Negeri, Budiyanto kajian politik mancanegara dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan diplomasi internasional yang produktif.



“Secara rutin, kami akan mendatangkan tokoh-tokoh mancanegara, termasuk tokoh-tokoh kunci Arab Spring, untuk memperkaya wacana serta analisa politik internasional,” ujar Budiyanto saat membuka seminar.



Lebih lanjut Budiyanto mengatakan, kemampuan diplomasi internasional sangat diperlukan sebagai bagian kontribusi warga negara terhadap peran Indonesia di dunia internasional. Dan uniknya, pasca Arab Spring, bermunculan partai-partai yang mengusung nama Partai Keadilan, seperti halnya PKS yang membawa misi tegaknya keadilan baik di Indonesia maupun di dunia.



Pada kajian kali ini, hadir aktivis Viva Palestina, George Galloway yang menjelaskan dampak dan pengaruh Arab Spring terhadap tatanan sosial politik dunia khususnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Pembicara kedua adalah Ahli Hubungan Internasional, Professor Budi Winarno yang menjelaskan dampak hubungan internasional yang timbul sebagai akibat langsung Arab Spring.



Arab Spring muncul sebagai respon atas tindakan semena-mena rejim otoriter di negara-negara kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara yang membawa rakyatnya pada kesengsaraan lahir dan batin,” tegas Winarno.



Ibarat air bah, semua kehendak perubahan itu suit dibendung dan melindas rejim yang berpuluh-puluh tahun berkuasa. Tentu saja perubahan-perubahan tersebut akan berdampak langsung pada hubungan diplomasi internasional negara-negara tersebut, termasuk dengan Indonesia. Sangat boleh jadi, gelombang demokratisasi yang terus bergerak itu akan menghadirkan solidaritas baru untuk mewujudkan tatanan dunia baru yang lebih adil dan setara.



Sementara itu Galloway melihat, Arab Spring telah memunculkan kepercayaan diri yang besar dari masyarakat Afrika Utara dan Timur Tengah. Mereka kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat manakala berhadapan dengan Israel dan sekutu-sekutunya.



Saat ini sejumlah negara seperti Arab Saudi dan Qatar berusaha menghambat laju demokratisasi di Syria dengan bantuan pendanaan maupun tentara untuk memperkuat posisi pemerintahan Syria yang harus berhadapan dengan rakyatnya sendiri.  Mereka berusaha mencegah masuk derasnya demokratisasi ke kwasan Jazirah Arab. Namun jika Allah menghendaki, demokratisi di kawasan Jazirah Arab pada akhirnya akan terjadi juga, papar Galloway.

http://www.pk-sejahtera.org/content/perkuat-diplomasi-internasional-pks-undang-tokoh-mancanegara

George Galloway: PKS Always in My Heart



JAKARTA – Badan Hubungan Luar Negeri (BHLN) Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejhtera (DPP PKS) menggelar kajian dinamika politik internasional pasca “Arab Spring” di Kantor DPP PKS Jakarta, Kamis (2/2). Salah satu pembicara yang diundang adalah George Galloway, pendiri VIVA Palestina yakni sebuah organisasi sosial yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.



Dalam kesempatan itu, Galloway memuji konsistensi PKS dalam membela perjuangan bangsa Palestina melepaskan diri dari penjajahan zionis Israel. Oleh karena itu bagi rakyat Palestina maupun pihak-pihak yang membela perjuangan rakyat Palestina, PKS memiliki kedekatan tersenidiri. Tak terkeculai bagi Galloway dan Viva Palestina.



“Saya datang ke acara ini bukan karena topiknya yang menarik, tapi karena PKS ada di hati Saya. PKS begitu dekat dihati saya,” tutur Galloway saat memulai pemaparannya.



Lebih lanjut Galloway mengatakan Arab Springs yang terjadi di negara-negara Arab, lanjut Galloway, membawa dampak yang cukup baik untuk Palestina meskipun mungkin tak dapat secara langsung membawa kemerdekaan Palestina.



"Mesir misalnya, selama ini bertolak belakang dengan Palestina, maka saatnya sekarang menjadi mediator perdamaian. Setelah pemilu Mesir yang dimenangkan Ikhwanul Muslimin, Mesir berkewajiban mendamaikan Palestina," katanya.



Begitu pula negara seperti Turki di bawah pemerintahan yang baru, memang sudah mulai membaik hubungan dengan Palestina. Galloway kembali mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan pemisahan di tanah Palestina dan tidak percaya akan perundingan two state solution yang saat ini masih mandek.



"Bagaimanapun, perundingan semacam itu hanya akan menguntungkan pihak Israel, itu tak layak dilanjutkan,"katanya.



Solusi untuk Palestina tak lain adalah negara demokrasi yang sama dimata hukum, seperti yang terjadi di Afrika Selatan. "Namun, langkah awal ini setidaknya mendesak kembali hak-hak rakyat Palestina dimanapun mereka berada," katanya.
http://www.pk-sejahtera.org/content/george-galloway-pks-always-in-my-heart

Reformasi PERMEN No.17 Terkait Upah Minimum Karyawan

Written By Unknown on Minggu, 29 Januari 2012 | 23.09

Reformasi PERMEN No.17 Terkait Upah Minimum KaryawanJakarta (28/01) - Anggota Komisi IX DPR RI Herlini amran meminta Menakertrans untuk merevisi peraturan Permentran No.PER-17/MEN/VIII/2005 terkait penetapan UMK. KHL karena 46 komponen KHL sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi dan perkembangan saat ini. Karena komponenya untuk kondisi sekarang sudah melebihi 100 komponen.

“Sebagai perbandingan, kita bisa merujuk pada hasil kajian Akatiga di sembilan kota/kabupaten empat Propinsi pada 2008-2009 menunjukkan bahwa upah minimum belum mampu memenuhi kebutuhan hidup layak, bahkan pada buruh lajang. Bahkan menurut penelitian ini menyebutkan upah minimum baru memenuhi 62,4 persen pengeluaran riil buruh yang rata-rata 1,467 juta per orang. Jadi UMK yang saat ini berlaku di daearah-daerah memang sudah tidak layak lagi. Bayangkan, untuk menutupi kekurangan itu, buruh harus bekerja lebih lama (mengandalkan lembur), bekerja sampingan, menggabungkan penghasilan anggota rumah tangga lainnya, meniadakan konsumsi untuk barang-barang tertentu, dan berutang”, tegas Herlini.

Akatiga melihat setidaknya ada beberapa persoalan mendasar terkait dengan penerapan dan konsep upah minimum. Pertama, upah minimum yang seharusnya hanya berlaku untuk buruh lajang dengan masa kerja 0-1 tahun, ternyata diberlakukan juga untuk buruh dengan masa kerja hingga belasan tahun. Perbedaan upah antara buruh “baru” dengan buruh yang masa kerjanya sudah cukup lama, sangat kecil, hanya beberapa ribu rupiah.

Kedua, penelitian ini menemukan fakta bahwa 52 persen buruh sudah menikah dan memiliki tanggungan, 59 persen buruh lajang memiliki tanggungan selain dirinya sendiri. Dengan demikian, memberikan upah minimum yang didasarkan pada kebutuhan hidup buruh lajang berarti memaksa buruh untuk “berbagi kemiskinan”. Pada saat upah minimum belum mencapai 100 persen KHL, buruh masih harus membaginya dengan anggota rumah tangga lainnya.

Ketiga, 46 komponen KHL berdasarkan peraturan tersebut tidak relevan lagi untuk kondisi saat ini. Penelitian ini menemukan bahwa setidaknya ada 163 komponen kebutuhan hidup yang harus dikonsumsi oleh buruh agar dapat hidup secara layak. Contoh komponen kebutuhan hidup yang pasti dikonsumsi (dibeli/dianggarkan dalam pengeluaran) oleh buruh tetapi tidak termasuk dalam KHL versi Permenaker 17/2005 antara lain setrika, sumbangan kemasyarakatan, dan biaya pendidikan anak untuk buruh yang sudah berkeluarga. Buruh juga membutuhkan rumah yang bersih dan sehat, sementara dalam komponen KHL, kebutuhannya dihitung hanya untuk kontrak kamar. Untuk perumahan, buruh seharusnya bisa memiliki rumah sekalipun tipe sederhana. Jadi, secara umum, dalam penelitian ini, kebutuhan hidup layak mengacu pada kebutuhan hidup yang harus dipenuhi agar seorang pekerja dan keluarganya dapat hidup layak dan mampu mereproduksi kembali tenaganya sehingga menjadi lebih produktif.

“Dengan demikian tuntutan pekerja minta kenaikan UMK sama dengan KLH oleh buruh, kami nilai sangat realistis. Dalam permasalahan ini seharusnya pemerintah lebih berpihak kepada pekerja dan berusaha meyakinkan para pengusaha. Karena pemerintahlah seharusnya yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, pungkas Herlini.

http://www.pk-sejahtera.org/content/reformasi-permen-no-17-terkait-upah-minimum-karyawan

Menangkan Pemilu 2014, PKS Konsolidasi HUMAS se-Indonesia



JAKARTA – Dalam Mukernas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tahun 2011 lalu, menetapkan pemenangan Pemilu 2014 akan datang dengan menargetkan pencapaian posisi di tiga besar. Upaya mencapai target tersebut mendapat perhatian serius dari seluruh lapisan struktur dan kader PKS.

Salah satu langkah mencapai target ini, PKS mengonsolidasikan seluruh kekuatan bidang hubungan masyarakat (humas)-nya dari seluruh DPW se-Indonesia. Sebanyak 60 peserta mewakili bidang kehumasan dari 34 DPW PKS se-Indonesia berkumpul di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta, sejak Jumat-Ahad (27-29/1).

Ketua DPP Bidang Kehumasan, Mardani Ali Sera mengungkapkan, pembentukan bidang kehumasan di struktur pusat hingga pengurus daerah menjadi langkah penting untuk pembentukan citra dan reputasi partai yang lebih baik. Tujuan yang tidak kalah penting, kata Mardani, adalah mencapai kemenangan PKS di pemilu 2014 akan datang sebagaimana amanah Mukernas PKS 2011.

“Fokus kerja humas ini adalah bagaimana mendorong pemenuhan target partai di pemilu 2014. Humas atau public relations adalah pilar penting dalam kemenangan setiap kandidat dalam pemilu di berbagai wilayah, bahkan negara,” kata Mardani.

Sejumlah pakar komunikasi politik dan public relations memaparkan strategi kehumasan, pembangunan citra (image building), komunikasi politik, dan manajemen media. Para pembicara adalah Effendy Ghazali (Pakar Komunikasi Politik dari UI), Budhiarto Sambhazy (wartawan senior Kompas), Silih Agung Wasesa (Pakar Komunikasi Politik), Burhanuddin Muhtadi (Pakar ilmu politik dari LSI), Nukman Luthfi (Pakar IT dan Social Media), dan Nico Wattimena (Pakar Public Relations).

Rakornas Kehumasan ini mengangkat tema 'Membangun Humas Yang Kuat Menuju Kemenangan 2014'. Mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring yang saat ini menjabat Menteri Komunikasi dan Informasi, hadir memberikan keynote speech.




Mardani juga mengungkapkan, pendekatan terhadap kalangan media menjadi salah satu hal penting dalam kehumasan. PKS menurut anggota DPR RI Komisi VII ini mengakui, media menjadi kendala sekaligus tantangan dalam mencapai target-target partai.

“Karena itu salah satu rekomendasi rakornas ini, PKS akan memperkuat jaringan kelembangaan kehumasan, salah satunya dengan membangun media portal, radio, dan tv di seluruh wilayah Indonesia melalui bidang kehumasan yang telah dibentuk di 33 DPW,” cetusnya.

Salah seorang pembicara, Budhiarto Sambhazy menambahkan, agar tidak menjadikan hasil pemilu 2009 sebagai satu-satunya faktor dan patokan mengukur kemenangan di pemilu mendatang. Karena menurutnya, pemilu 2009 berlangsung kurang demokratis.

“PKS mempunyai modal yang sangat baik, yaitu pengorgansasian yang bagus dan kaderisasi yang baik. Untuk pemilu untuk 2014 jangan tergantung pada hasil pemilu 2009, tapi harus siapkan strategi atau plan B, C dan seterusnya,” pungkasnya.

Budhiarto juga mengatakan, humas juga penting untuk memahami sejumlah teori politik, kehumasan politik, ataupun public relations untuk dapat menajamkan kepekaan terhadap perkembangan sosial politik nasional.

"Disinilah sebenarnya pentingnya peran humas. Karena itu orang-orang humas harus punya pemahanam tentang apa yang mungkin terjadi dan situasi politik yang berkembang. Karena inilah politik. Ini yang penting dicermati. Dan tidak kalah penting, teori-teori ini tidak akan bermanfaat banyak tanpa juga melakukan studi kasus, misalnya mempelajari kemenangan obama di Amerika Serikat," jelas Budhiarto.**


http://www.pk-sejahtera.org/content/menangkan-pemilu-2014-pks-konsolidasi-humas-se-indonesia

PKS Perlu Tokoh Berdaya Magnet Kuat

PKS Perlu Tokoh Berdaya Magnet KuatJAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah partai Islam yang sering diidentiikkan dengan basis kader muda, terpelajar, profesional, dan perkotaan. Bahkan disebutkan, partai yang dulu bernama Partai Keadilan (PK) ini mempunyai aset kader bersarjana paling banyak dibanding partai lain.



Namun sayangnya, saat ini PKS dinilai 'kehilangan' tokoh yang menjadi panutan publik. Pakar Komunikasi Politik Effendy Ghazali berpendapat, PKS perlu memunculkan tokoh nasional berdaya magnet kuat.



"Yang penting saat ini untuk PKS sebenarnya adalah adanya tokoh-tokoh nasional yang mempunyai keterikatan emosional dengan masyarakat," ujar Effendy dalam Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Kehumasan seluruh DPW PKS se-Indonesia di Hotel Ibis Slipi, Jakarta, Sabtu (28/1/2012).



Menurut Pakar Komunkasi Politik dari Universitas Indonesia ini, seringkali faktor ketokohan menjadi solusi dari kesulitan komunikasi antara partai politik dengan konstituen atau calon pemilihnya. Banyaknya tokoh publik dalam partai politik, lanjut dia, seharusnya menjadi aset dan modal berharga.



"Salah satu tokoh yang berdaya magnet kuat di PKS ini sebenarnya ada, seperti ustaz Hidayat Nur Wahid," cetus Effendy.



Mengamini Effendy, Pakar Ilmu Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, survei yang dilakukan lembaganya menunjukkan sejak 2009 PKS mengalami penurunan tren popularitas. PKS seringkali mendapat imbas dari kekisruhan politik nasional sehingga menurut dia, masyarakat menilai PKS tidak beda dengan partai politik lainnya.



"Salah satu yang bisa ditempuh adalah dengan menokohkan tokoh tertentu. Kalau PKs ingin menggunakan logika electoral, maka ini yang bisa ditempuh. Karena seringkali dengan tokoh bisa menjelaskan kerumitan program yang dibuat partai ketika berbicara dengan masyarakat," kata Burhanuddin.



Senada dengan Effendy, Burhanuddin berpendapat salah seorang tokoh yang berpotensi memiliki daya magnet kuat adalah Hidayat Nur Wahid.



"Dalam fikiran saya ustaz Hidayat Nur Wahid bisa ditokohkan," pungkasnya.

http://www.pk-sejahtera.org/content/pks-perlu-tokoh-berdaya-magnet-kuat

Humas PKS Harus Peka Politik Nasional

JAKARTA - Perkembangan politik nasional selalu berubah dengan cepat. Perubahan dan pergerakan politik nasional ini tidak jarang berdampak signifikan terhadap kondisi internal partai politik, tidak terkecuali Partai Keadilan Sejahtera (PKS).



Karena itu, sudah semestinya PKS sigap dalam menghadapi dan merespons perkembangan politik tersebut.



"Disinilah sebenarnya pentingnya peran humas. Karena itu orang-orang humas harus punya pemahanam tentang apa yang mungkin terjadi. Karena inilah politik. Ini yang penting dicermati," ujar Wartawan Senior Kompas, Budhiarto Shambazy dalam Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Kehumasan seluruh DPW PKS se-Indonesia di Hotel Ibis Slipi, Jakarta, Sabtu (28/1/2012).



Budhiarto juga mengatakan, humas juga penting untuk memahami sejumlah teori politik, kehumasan politik, ataupun public relations untuk dapat menajamkan kepekaan terhadap perkembangan sosial politik nasional. "Yang tidak kalah penting, teori-teori ini tidak akan bermanfaat banyak tanpa juga melakukan studi kasus, misalnya mempelajari kemenangan obama di Amerika Serikat," jelas Budhiarto.



Pakar Komunikasi Politik Effendy Ghazali menambahkan, PKS merupakan partai yang disegani pada pemilu 2004 lalu. Namun disayangkan, dalam perjalanannya menurut dia, partai berlambang padi diapit bulan sabit kembar ini mengalami degradasi dan dinilai masyarakat sama dengan partai politik lain.



"Perlu reformasi kehumasan dan positioning yang jelas. Dimulai dari membangun media management, image management, information management, dan bersikap pro-active," kata Effendy.



Sementara itu, Ketua DPP Bidang Kehumasan, Mardani Ali Sera mengatakan, humas menjadi pilar penting pemenangan PKS di pemilu yang akan datang.



"Karena itu, kita menginginkan kehadiran humas yang kuat dan mampu membesarkan pengurus partai dan partai," ujar Mardani.



Selain Budhiarto dan Effendy, pembicara lain yang juga hadir dalam rakornas ini adalah Pengamat Politik dari LSI Burhanuddin Muhtadi, Pakar Public Relations Nico Wattimena, dan Pakar Public Relations Silih Agung Wisesa. Rakornas Kehumasan PKS mengangkat tema 'Membangun Humas Yang Kuat Menuju Kemenangan 2014', diselenggarakan selama tiga hari,Jumat-Ahad (27-29/1).

http://www.pk-sejahtera.org/content/humas-pks-harus-peka-politik-nasional

REKOR BARU PERKEMAHAN PKS



image
Rekor baru se Indonesia; Perkemahan PKS dengan peserta terbanyak

SEMARANG - Tidak Kurang dari 867 kader Partai Keadilan Sejahtera mengikuti Perkemahan Pandu Keadilan Menengah 1, yang berlokasi di kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang - Jawa Tengah. Perkemahan yang lebih dikenal dengan bahasa partai dengan istilah mukhoyyamini berlangsung selama 3 hari sejak 23 - 25 Desember 2011. Lokasi perkemahan yang juga merupakan kaki gunung merbabu ini digunakan oleh DPW PKS Jateng sebagai tempat penggemblengan jasadiyah (fisik) para kader nya se jawa tengah. Perkemahan ini menjadi rekor baru perkemahan PKS dengan peserta terbanyak, setelah sebelumnya dipecahkan oleh DPW PKS Jawa Barat sebanyak 430 orang.
Ketua DPW PKS jateng Abdul Fikri Faqih dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa perkemahan ini adalah salah satu sarana pembinaan anggota partai yang wajib diikuti, baik tua maupun muda, senior maupun junior. Anggota PKS yang tidak mau mengikuti ini sesungguhnya belumlah kader PKS sejati. "Partai lain mungkin tidak memperhatikan pembinaan seperti ini, tapi kalau partai kita, kekuatan kita adalah di kader nya, dan kader harus sehat dalam ke tiga unsur manusia baik itu ruh, akal, maupun fisik nya." Beliau melanjutkan "Sarana ini adalah jalan untuk meningkatkan semangat dan menguatkan kita dalam berjuang di tengah aktifitas kita yang menguras energi" tegas Fikri Faqih.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga DPP PKS Abdul Khoris yang menguatkan para kader dengan arahan perkembangan partai tingkat nasional. Beliau menjelaskan pentingnya kesiapan kader dalam menghadapi dinamika perkembangan da'wah yang sangat cepat. Sesi bersama Abdul Khoris juga dipadati dengan pertanyaan-pertanyaan dari peserta seputar perkembangan partai di level nasional.
Sejak dimulainya dengan upacara pembukaan, acara ini dipenuhi dengan berbagai agenda fisik yang padat, seperti senam, materi bela diri, materi baris berbaris (PBB), materi P3K, sampai materi survival. Acara ini diakhiri dengan longmarch yang dimulai dari lapangan desa tajuk kecamatan getasan menaiki gunung merbabu dan mengambil jalan memutar hingga sampai kawasan kopeng salatiga, dan berakhir kembali di basecamp, menurut instruktur jarak tempuh total adalah sekitar 30 Km. Seluruh peserta berhasil melalui semua rangkaian acara sampai dengan finish longmarch dan upacara penutupan. Diharapkan output dari acara ini agar kader-kader PKS jateng semakin produktif dalam menunaikan kerja panjang untuk ummat, membangun negeri.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DPC PKS TUNTANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger