Random Post

Latest Post

PKS dan Ulama

Written By Unknown on Senin, 12 Maret 2012 | 21.15

 “Apakah kunjungan ini dalam upaya PKS mendekati kalangan Nahdliyin,” tanya seorang wartawan kepada Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam konferensi pers usai acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional PKS Zona Jati Jaya dan Bali-Nusra di Surabaya, Minggu (11/3) siang. Pertanyaan itu disampaikan mengingat sang wartawan membaca bahwa salah satu rangkaian acara Rakornas kali ini pimpinan PKS merencanakan bersilaturahim dengan Ketua Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Ahyar, Pimpinan Pondok Pesantren Miftahus Sunnah, Surabaya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Presiden PKS senyum-senyum saja. “Kita niatnya silaturahim. Ada atau tidak ada Rakornas kita selalu silaturahim dengan para ulama. Sebelumnya teman-teman pimpinan wilayah PKS juga melakukan silaturahim dengan para kyai dan ulama di sini,” jelas Luthfi.

Merasa kurang puas dengan jawaban tersebut, wartawan lainnya mengajukan pertanyaan lanjutan. Katanya, apakah PKS akan mengambil masa Nahdliyin yang merasa tidak puas dengan kinerja parpol-parpol yang sekarang ada, termasuk partai yang didirikan oleh kalangan Nahdliyin sendiri.

“Kita tidak maumencampuri urusan rumah tangga orang. Tujuan kita silaturahin ya silaturahim. Kalau niatnya lain nanti tidak dapat pahala,” jawab Luthfi.

Sebagai partai politik tentunya PKS tidak bisa lepas dari persepsi bahwa apa yang dilakukan dan dikerjakan, termasuk silaturahim dengan ulama, senantiasa dikaitkan dengan tujuan politis. Persepsi ini sah-sah saja. Namun sebagai partai politik, apalagi menasbihkan diri sebagai partai dakwah, PKS senantiasa berkomunikasi dengan para ulama.

Dan komunikasi dilakukan dengan ulama dari semua kalangan, tidak terbatas hanya pada ulama NU saja, tetapi juga dengan ulama-ulama dari Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad, dan ulama dari sejumlah organisasi lainnya. Hal ini dilakukan karena PKS menyadari pentingnya membangun komunikasi dengan semua kalangan ulama untuk menciptakan kesalingpahaman, kesalingmengertian, dan juga kerja sama dalam proyek-proyek pembangunan umat.

Komunikasi juga penting untuk saling kenal. Kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Dengan komunikasi beragam persoalan, beragam perbedaan, bahkan beragam kesalahpahaman bisa didiskusikan, diluruskan, dan dicarikan jalan keluar terbaik dalam kerangka ukhuwah islamiyah.

Bagi PKS ukhuwah islamiyah jauh lebih penting dari pada angka-angka electoral. PKS tidak menginginkan mencapai angka electoral yang tinggi dengan mengorbankan ukhuwah islmaiyah. Karenanya, dalam penyusunan UU Pemilu, PKS berkeinginan angka electoral threshold bisa mengakomodir lolosnya partai-partai berazas dan berbasis massa Islam, berdampingan dengan partai-partai nasionalis lainnya.

Dalam kerangka ukhuwuah islamiyah inilah PKS membangun komunikasi dan kerjasama dengan para ulama untuk meningkatkan peran serta ummat dalam pembangunan Indonesia ke depan.

“Kita melihat hari ini, moralitas menjadi persoalan krusial bangsa ini. Para ulamalah yang dapat membperbaikinya. Karena itu kami senantiasa bersilaturahim dengan ulama untuk meminta nasehat, mendiskusikan persoalan umat, untuk kemudian bersama-sama mencari solusi terbaik,” urai Presiden PKS.

http://www.pks.or.id/content/pks-dan-ulama

Kenaikan BBM Ancam Kesehatan Masyarakat

Jakarta – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan di terapkan Pemerintah pada April mendatang dikhawatirkan akan berpicu pada kenaikan harga di berbagai sektor termasuk pada sektor Obat Generik yang akan mengancam Kesehatan Masyarakat.

“Kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL) akan berdampak meningkatkan Harga Obat Generik esensial sehingga membebani biaya Kesehatan Masyarakat,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Herlini Amran, Senin (12/03).

Herlini mendesak Kementrian Kesehatan (Kemenkes) untuk dapat mengendalikan harga obat generik esensial yang dibutuhkan masyarakat sesuai dengan Ketetapan Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.03.01/Menkes/146/I/2010 tentang harga obat generik, “Harga obat Generik harus selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Legislator asal Kepulauan Riau ini juga meminta Kemenkes memperkuat kontrol pengawasan harga obat generik di lapangan sehingga harga obat secara umum di pasaran merata. Menurut data Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Saat ini volume obat generik menguasai 40% peredaran obat di masyarakat, "Saya menyayangkan pemanfaatan obat generik rill-nya di berbagai fasilitas kesehatan, baru mencapai 8-11% saja", tegas Herlini menuntut peningkatan kinerja Kemenkes.

Permasalahan lain yang menyebabkan harga obat di Indonesia mahal adalah terkait bahan baku obat di Indonesia yang masih mengimpor, tambah Herlini. Data Dirjen Binafar Kemenkes RI tahun 2011 mengungkapkan 95 persen bahan baku obat masih bergantung pada komoditas impor, terutama dari Cina dan India.

Sebelumnya Menkes Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih (08/03) mengungkapkan harga obat di Indonesia saat ini masih salah satu yang tertinggi di dunia. Beberapa bermasalahan terkait mahalnya harga Obat di Indonesia antara lain di pasaran banyak di temukan fenomena harga obat generik bermerek yang disamakan dengan obat paten, masalah terbesar lainnya Produsen obat di Tanah Air masih banyak mengimpor bahan baku obat yang menyebabkan harga produk obat menjadi mahal.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera ini melanjutkan, “Kemandirian bahan baku obat nasional harus segera terlaksana. Sehingga, kenaikan jumlah keterbutuhan volume obat menjelang BPJS Kesehatan secara signifikan dapat segera diantisipasi, apa lagi dengan kenaikan harga BBM?” pungkasnya.

http://www.pks.or.id/content/kenaikan-bbm-ancam-kesehatan-masyarakat

Kader PKS : Inilah Bagaimana Kami di Bentuk

Written By Unknown on Selasa, 06 Maret 2012 | 21.00

Islamedia - Di PKS kami kader kadernya diwajibkan menghadiri pengajian rutin sepekan sekali. Mempelajari ilmu ilmu agama, akhlak akhlak yang baik, nilai nilai kemanusiaan, dan nilai nilai ketuhanan. Bertahun – tahun, pengajian itu kami lakukan. Sampai membentuk karakter manusia yang baik. Bernurani jernih, dan berjiwa lembut. Itulah mengapa, kami selalu bersemangat mengadakan baksos, membatu korban bencana alam.

Bukan!

Bukan semata karena alasan politik, kalau hanya karena alasan politik, nisacaya kami tidak akan mau melakukan pekerjaan pekerjaan sosial itu. Yang kami cari jauh melebihi motivasi motivasi duniawi tersebut. Menembus langit, yaitu dalam rangka menyenangkan tuhan kami, Allah swt.

Di pengajian pekanan itulah, kami kader PKS dikontrol, dievalusai, kehidupan kami dalam kurun sepekan tersebut. Kehidupan ruhiyah (amalan amalan) kami, dan kehidupan sosial kami. Diantara kami ada yang grafik nya naik turun. Tetapi naik turun semangat tadi, masih dalam kecenderungan meningkat. Dan dengan proses penjagaan itulah, kami, kader – kader pks dapat memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa kami dapat menjaga amanah, amanah dari rakyat, amanah dari Allah.

Bahwasannya kami punya mekanisme, kami punya instrument penjagaan yang begitu kami taati, begitu kami rindukan dari pekan ke pekannya..

Di pengajian pekanan itulah, poin poin seperti shalat lima waktu - tepat waktu - di masjid, di evaluasi. Dan tidak sekedar dievaluasi, disanalah kami menemukan alasannya, mengapa kami diperintahkan Allah begitu, apa enaknya buat kami melaksanakan perintah perintah Allah tersebut. Disanalah kami menemukan kawan berlomba, menjadi yang terbaik dimata Allah.

Selanjutnya yang bisa kami sampaikan adalah setiap pekan rata rata kader pks diajak untuk adalah Shaum senin kamis, Shalat Dhuha, Shalat tahajud minimal dua kali, berinfak, dan seterusnya.. termasuk mengkhatamkan Al-Qur'an paling lama sebulan sekali.

Dan dengan semua ketentuan partai itulah kami mendewasakan diri kami, sebagai bagian dari masyarakat, juga sebagai kader partai yang suatu saat akan diamanahkan ke parlemen, atau menjadi kepala daerah, menteri, dan presiden. Menyiapkan kualitas kualitas diri kami, sampai Allah melihat telah sampailah waktunya kami diberi amanah kepemimpinan tersebut.

Maka, kami bisa sampaikan, bahwa calon calon legislatif dari PKS, calon calon kepala daerah dari pks memiliki kualifikasi kedekatan dengan Allah yang kurang lebih seperti penjelasan diatas. Dan terus dijaga setiap pekannya. Memiliki akhlak baik, hati yang peka, dan semangat yang terjaga. Karena untuk itulah kami diwajibkan mengikuti pengajian pekanan tersebut.

Bagi kami kader PKS, jabatan kepala daerah, jabatan di legislative, menteri dan presiden. Adalah amanah amanah yang kami kejar, bukan sebagai ambisi duniawi. Kalau sebatas itu saja alasannya, kalau hanya untuk keuntungan pribadi, kenikmatan dunia, niscaya kami tidak akan mau mengejarnya. Karena kami menyadari betul hakikat kehidupan kami yang teramat singkat ini. Tentang kenikmatan, nanti saja, kami hanya mau kenikmatan abadi, Surga Firdaus..

Jadi, bagi kami kader PKS, kekuasaan kekuasaan itu adalah jalan untuk memperbaiki sebanyak banyaknya, sebesar besarnya negara kita tercinta Indonesia ini, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menebar sebanyak banyaknya manfaat dimuka bumi. Dan untuk itu semua, cukup bagi kami, upahnya adalah senangnya tuhan kami, Allah swt. Dan nanti hadiahnya, sama Allah dikasih surga.

Dan karena, begitulah kami kader kader PKS memandang dunia ini, kami selalu dijaga, selalu saling menjaga, untuk tidak tergoda akannya, yang biasa kita kenal dengan korupsi dan sejenisnya..

Semangat, pemahaman, dan kualifikasi kedekatan dengan Tuhan kami tadi, berlaku untuk semua kader di seluruh bumi Indonesia, di posisi apapun kami berada.

Masyarakat lalu bertanya, apa untungnya buatmu, bersusah payah memperjuangkan orang lain. Tidak! Karena kami tidak melihat jabatan ini sebagai sesuatu yg harus kami miliki secara pribadi, maka jangan heran kalau kami selalu bersemangat mengusung ‘orang lain – orang lain’ tersebut, Dengan bensin dari kantong kantong pribadi kami sendiri. Karena dimata Allah, kami yang memperjuangkan pemimpin pemimpin kami itu memperoleh nialainya sendiri. Dan sungguh kami bersenang hati dengan senangnya Tuhan kami, Allah swt.

Akhirnya kami dapat deskripsikan siapa kader PKS itu dengan deskripsi dari ustadz kami,

Ustadz Rahmat Abdullah:

“Ada kenyataan seseorang berkat mujahadah keras yang dilakukannya mampu menjaga wudhunya sepanjang hari, mengkhatamkan Al-Qur’an paling lama sebulan, tak putus tahajud, selalu shalat jamaah di Masjid dan selalu puasa senin kamis atau ayamul bidh. dalam muamalah selalu tepat waktu, berbakti kepada kedua orang tua, cair dalam bergaul, argumentatif dalam diskusi, elegan, cemerlang dalam karir dan sejumlah lagi kelebihan”

Dan kami akan terus menyampaikan kepada masyarakat, bagaimana kader kader PKS itu dibentuk. Dan kami akan perlihatkan pada masyarakat kenyataannya, buktinya, deskripsi dari ustadz kami tersebut, Ustadz Rahmat Abdullah diatas.

Bukan Riya’, karena kami tau betul betapa tidak berartinya amalan kami jika tidak dibarengi keikhlasan. Tapi beginilah kami harus berdakwah, menyebarluaskan Syiar, dan mengajak masyarakat, dari kalangan manapun untuk bersama kami, berjuang bersama kami. dan beginilah kami menjawab persepsi dari banyak masyarakat, kalau semua partai itu sama saja, maka jawaban kami tidak, PKS berbeda.

http://www.islamedia.web.id/2012/03/kader-pks-inilah-bagaimana-kami-di.html?utm_source=islamedia&utm_medium=twitter

PKS Menolak Kenaikan Harga BBM

Written By Unknown on Senin, 05 Maret 2012 | 20.25

VIVAnews – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, menegaskan partainya menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diajukan pemerintah.

PKS berpendapat kenaikan BBM merupakan cara pemerintah untuk mengalihkan beban pengelolaan fiskal dari anggaran negara kepada rakyat. Padahal, ujar Anis, kenaikan BBM sebetulnya bisa diantisipasi oleh pemerintah sejak dua tahun lalu.

“Masih banyak pilihan yang bisa dilakukan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM,” kata Anis di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.

PKS memiliki beberapa opsi untuk mencegah kenaikan BBM. Misalnya dengan menghentikan pemborosan dalam pengeluaran anggaran pemerintah. “Terlalu banyak biaya yang tidak produktif dan tidak efisien. DPR saja bisa menghentikan pembangunan gedung karena kami anggap itu pemborosan,” ujar Anis.

Solusi lain yang ditawarkan PKS adalah dengan mengatasi kebocoran anggaran yang menurut mereka cukup besar. PKS juga menawarkan opsi pengurangan subsidi-subsidi lain di luar BBM. “Karena kalau subsidi BBM yang dikurangi dengan menaikkan harga BBM, dampaknya pasti inflasi dan kenaikan harga-harga, terutama sembako dan listrik,” terang Anis.

Di sisi lain, PKS menganggap kompensasi pemerintah atas kenaikan harga BBM dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga miskin adalah langkah yang tak seimbang, bahkan berbau politis. “Kompensasinya cuma BLT, padahal harga-harga sembako pasti ikut naik. BLT juga artinya kampanye,” kata Anis.

PKS pun meminta pemerintah mengalokasikan kompensasi dalam bentuk infrastruktur, bukan BLT. Apapun, PKS menilai antisipasi pemerintah kurang dan kini telah terlambat. “Karena tidak antisipatif dari awal, maka menjadi runyam,” ucap Anis.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pekan lalu memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan naik. Alasannya, harga minyak mentah dunia juga naik. Ini membuat asumsi harga minyak dalam APBN 2012 harus disesuaikan. “Harga BBM mau tidak mau mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat,” tegas SBY. (umi)

Sumber: Vivanews

PKS: Transparansi Ibadah Haji Bermasalah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ini, permasalahan persiapan dan pelaksanaan ibadah haji selalu sama di setiap tahunnya. Menurut Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari FPKS, Surahman Hidayat, rencana untuk membentuk badan haji adalah berdasarkan pengalaman penyelenggaraan haji yang selalu tidak beres.

Rencana itu juga, kata dia, sudah diperhitungkan secara matang dan mendalam melalui kajian-kajian dari para pakar dan sudah mendengarkan penjelasan pihak-pihak yang terkait dengan penyelenggaraan haji. “Kalau Menteri Agama mau mengatasnamakan umat demi mempertahankan agar urusan haji tetap berada di kementriannya, silakan saja, itu urusannya sama Sang Pencipta," katanya, Selasa (28/2).

Meski demikian, kata dia, paradigma keilmuan dan akademis serta standar profesional memperlihatkan bahwa urusan penyelenggaraan haji, di mana operator dan regulator jadi satu itu tidak masuk akal. "Regulator, operator, dan supervisor jadi satu di dunia ini, yah hanya Kementerian Agama RI,” ujar Surahman.

Masalah haji, lanjut Surahman, seperti benang kusut yang tidak bisa diuraikan. Jemaah haji Indonesia, dibandingkan dengan beberapa negara lain, sangat berbeda. Jamaah Indonesia, kata dia, sudah harus membayar lebih mahal, juga mendapatkan pelayanan yang lebih buruk dibandingkan negara lainnya. ”Jemaaah yang melalui Brunai kan seharusnya membayar lebih mahal, tapi faktanya mereka membayar lebih murah dengan pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.

Sebelumnya dalam beberapa kesempatan seperti pada Mukernas PPP dan Peresmian Asrama Haji di Riau, Menag, Suryadharma Ali, mengharapkan masyarakat tidak terkecoh isu mengenai rencana pembentukan badan khusus haji, karena dinilai berbau praktik komersialisasi dan bahkan terkesan dipolitisasi. Dia menilai, Kemenag sudah profesional sebagai pengelola haji berpuluh-puluh tahun.

Sumber: Republika



Muhammadiyah dan PKS Akan Selalu Bersinergi

Written By Unknown on Jumat, 24 Februari 2012 | 19.12



SEMARANG, suaramerdeka.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan ormas Muhammadiyah selalu akan bertemu di satu titik, yakni dakwah Islam. Inilah yang menjadi sebuah sinergi antara partai Islam dan ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu.

"Meskipun di ranah partai politik, PKS adalah partai berasaskan Islam, sehingga selain sebagai unsur civil society yang mengontrol kebijakan, juga harus terus menguatkan masyarakat dari bawah membentuk masyarakat yang Islami," ujar Wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng Drs H. M. Fattah Santoso.

Hal itu diungkapkan, ketika menerima kunjungan silaturrahim dari jajaran pengurus DPW PKS Jateng, Kamis (23/2) di kantor PW Muhammadiyah, Jl Singosari Raya Semarang. Pertemuan tersebut juga dihadiri  Ketua Umum PW Muhammadiyah Jateng KH Drs, Musman Tholib, M.Ag, Wakil Ketua Prof. Dr. H. Achmadi dan sejumlah pengurus teras lainnya.

Adapun dari jajaran pengurus DPW PKS Jateng dipimpin langsung oleh Ketua Umum Drs Fikri Faqih, MM dengan disertai jajaran pengurus harian dan anggota fraksi PKS Jateng.

Sementara Ketua Umum PW Muhammadiyah Jateng KH Drs, Musman Tholib, M.Ag berharap agar pertemuan ini tidak hanya sekali, namun harus terus dibangun guna memperlancar komunikasi. "Semoga selalu menghadirkan barokah dan rahmat dari Allaah karena silaturahim ini" tambah Musman.

Musman juga berpesan pada kader-kader PKS, untuk benar-benar selalu meluruskan niatnya bahwa mendirikan partai hanya sebagai sarana bukan tujuan, untuk kemuliaan Islam dan umat Islam.

Dia juga berharap, PKS bersama parta-partai Islam dan ormas Islam untuk selalu dapat berkoordinasi agar mampu mewujudkan Indonesia sejahtera. “Saya berharap perjuangan di Indonesia melalui jalur dakwah dan politik bisa selalu bersinergi dan melengkapi satu sama lain, terutama antara PKS dengan Muhammadiyah,” ujarnya. (RED, Andika Primasiwi/CN26/JBSM)

Sumber: Suara Merdeka



http://www.pks.or.id/content/muhammadiyah-dan-pks-akan-selalu-bersinergi

PKS dan AK Parti Saling Belajar

Jakarta - Kemenangan AK Parti dalam tiga pemilu terakhir di Turki menginspirasi PKS untuk belajar banyak dari partai yang dipimpin oleh Recep Tayiv Erdogan ini. Karena itu PKS mengundang pimpinan AK Parti untuk berbagi pengalaman dengan pengurus PKS, baik di pusat maupun daerah.

Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri (BHLN) DR. Taufik Ramli Wijaya menyatakan, apa yang telah diraih AK Parti, dengan terus memperoleh suara mayoritas dalam tiga pemilu terakhir di Turki merupakan fenomena. "Kita ingin belajar banyak  bagaimana mereka memperoleh kemenangan," kata Taufik dalam acara Coffee Morning bertajuk Kiat Partai Politik Meraih Dukungan; Studi Kasus Keberhasilan AK Parti di Turki, Jumat (24/2) di kantor DPP PKS, Jakarta.

Taufik menyampaikan, AK Parti sebagiamana halnya PKS merupakan partai yang baru lahir. "Umurnya baru 10 tahun. Namun dalam usia yang masih relatif muda AK Parti berhasil menjadi partai berkuasa," ujar Taufik.

Menjawab pertanyaan tentang kiat keberhasilan meraih dukungan, Adam Ali Yilmaz, Ketua Bidang Kepemudaan AK Parti mengatakan, penokohan merupakan kunci keberhasilan AK Parti. Erdogan, kata Adam, merupakan tokoh yang sangat dikagumi di Turki.

"Sekitar 70 persen kemenangan AK Parti ditentukan oleh ketokohan Erdogan," jelas dia.

Kunci keberhasilan lainnya adalah AK Parti selalu berusaha dekat dengan rakyat, berusaha memberikan solusi terhadap beragam persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam kesempatan diskusi coffee morning dengan wartawan dan pengurus PKS itu Adam mengemukakan, meskipun sudah menjadi partai pemenang, AK Parti tetap ingin belajar dan menimba pengalaman dari partai-partai lain di dunia, termasuk dari PKS.

"Kami juga ingin belajar dari PKS. Karena PKS dikenal cukup baik dalam hal kaderisasi dan pembinaan kaum muda," urai Adam.

Kehadiran pengurus AK Parti ke PKS merupakan kunjungan balasan. Sebelumnya sejumlah pengurus PKS sudah melakukan kunjungan ke kantor AK Parti, baik di Ankara maupun Istanbul. Bahkan PKS sempat  mengirimkan tim observer dalam  Pemilu Turki beberapa waktu lalu. Salah satu kegiatannya adalah mempelajari manajemen kampanye AK Parti.

Kerjasama

Selain dengan AK Parti, PKS juga menjalin hubungan dan komunikasi dengan Partai Komunis Cina (PKC), Partai Buruh Australia, Partai Buruh dan Partai Konservatif di Inggris dan sejumlah partai lainnya di Eropa, Asia, dan Afrika.

Menurut Ketua BHLN DPP PKS Budiyanto, PKS terus berusaha meningkatkan jalinan hubungan dengan partai-partai di luar negeri. Tujuannya selain untuk sharing pengalaman juga kerjasama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan bidang sosial lainnya.

http://www.pks.or.id/content/pks-dan-ak-parti-saling-belajar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DPC PKS TUNTANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger